Perencanaan Pembelajaran

Dalam dunia pembejaran banyak sekali dijumpai berbagai macam konsep pembelajaran yang dipakai dalam pengembangan pembelajaran disekolah. Berbagai definisi perencanaan pembelajaran banyak didapatkan dalam berbagai macam teori yang berkembang saat ini. Sebelum kita membahas lebih jauh tentang perencanaan pembelajaran alangkah baiknya kita perjelas dulu apa yang dimaksud dengan perencanaan dan pembelajaran itu sendiri.

Berbagai definisi tentang perencanaan saling berbeda antara satu dengan yang lainnya misalnya, Cunningham mengemukakan bahwa perencanaan ialah menyeleksi dan menghubungkan pengetahuan, fakta, imajinasi dan asumsi untuk masa yang akan datang dengan tujuan memvisualiasi dan memformulasi hasil yang diinginkan, urutan kegiatan yang diperlukan, dan perilaku dalam batas-batas yang dapat diterima yang akan digunakan dalam penyelesaian. Dari pengertian ini menekankan pada usaha menyeleksi dan menggabungkan sesuatu dengan kepentingan masa yang akan datang serta usaha untuk mencapainya.
Menurut Steller bahwa perencanaan adalah hubungan antara apa yang ada sekarang (what is) dengan bagaimana seharusnya ( what should be) yang bertalian dengan kebutuhan, penentuan tujuan, prioritas, program dan alokasi sumber. Pada teori ini perencanaan menekankan pada usaha mengisi kesenjangan antara keadaan sekarang dengan keadaan yang akan datang disesuaikan dengan apa yang dicita-citakan. Pada definisi yang lain Robbins menyatakan bahwa perencanaan adalah suatu cara untuk mengantisipasi dan menyeimbangkan perubahan. Dalam definisi ini memiliki asumsi bahwa perubahan selalu terjadi.
Jika dilihat ketiga definisi diatas memperlihatkan rumusan dan tekanan yang berbeda namun pada hakekatnya ketiganya bermakna sama, yaitu sama-sama ingin mencari dan mencapai wujud yang akan datang. Jadi pada hakekatnya perencanaan dapat kita rumuskan yakni suatu cara yang memuaskan untuk membuat kegiatan dapat bejalan dengan baik, disertai dengan berbagai langkah yang antisipatif guna memperkecil kesenjangan yang terjadi sehingga kegiatan tersebut mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Pembelajaran menurut Dengeng adalah upaya untuk membelajarkan siswa. Secara inplisit dalam pembelajaran terdapat kegiatan memilih, menetapkan, mengembangkan metode untuk mencapai hasil pengajaran yang diinginkan, serta didasarkan pada kondisi pembelajaran yang ada, kegiatan ini merupakan inti dari perencanaan pembelajaran. Menurut Uno bahwa pembelajaran memiliki hakikat perencanaan atau perancangan sebagai upaya untuk membelajarkan siswa.
Pembelajaran yang akan direncanakan memerlukan berbagai teori untuk merancangnya, agar rencana pembelajaran yang disusun benar-benar dapat memenuhi harapan dan tujuan pembelajaran, perlunya perencanan pembelajaran dimaksudkan agar dapat dicapai perbaikan pembelajaran. Dalam perbaikan pembelajaran diasumsikan bahwa (1) Perbaikan kualitas pembelajaran; ini haruslah diawali dengan perbaikan desain pembelajaran. Perencanaan pembelajaran dapat dijadikan titik awal dari upaya perbaikan kualitas pembelajaran. Hal ini dmungkinkan karena dalam desain pembelajaran, tahapan yang akan dilakukan oleh guru dalam mengajar telah terancang dengan baik, mulai dari mengadakan analisis dari tujuan pembelajaran sampai dengan pelaksanan evaluasi sumatif yang tujuannya untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. (2) Pembelajaran dirancang dengan pendekatan sistim; desain pembelajaran yang dilakukan haruslah didasarkan pada pendekatan sistim. Hal ini disadari bahwa dengan pendekatan sistim akan memberikan peluang yang lebih besar dalam mengintegrasikan semua variable yang mempengaruhi belajar. (3) Desain pembelajaran mengacu pada bagaimana seseorang itu belajar; Rancangan pembelajaran biasanya dibuat berdasarkan pendekatan perancangnya, Hal ini biasanya muncul pendekatan yang bersifat intuitif yang rancangan pembejalajarannya banyak diwarnai oleh kehendak perancangnya, dan pendekan perancangan yang bersifat ilmiah yakni diwarnai dengan berbagai teori yang dikemukakan oleh para ilmuan pembelajaran. Jika pembuatan rancangan pembelajaran dibuat bersifat intuitif ilmiah yang merupakan perpaduan antara keduanya, dapat menghasilkan rancangan pembelajaran yang sesuai dengan pengalaman empiris yang pernah ditemukan pada saat melaksanakan pembelajaran yang dikembangkan dengan teori-teori yang relavan. Pendekanatan inilah yang akan dapat menghasilkan pembelajaran yang lebih baik. (4) Desain pembelajaran diarahkan pada kemudahan belajar; Pembelajaran adalah upaya membelajarkan siswa dan perancangan pembelajaran merupakan penataan upaya tersebut agar muncul prilaku belajar. Dalam kondisi yang ditata dengan baik strategi yang direncanakan akan memberikan peluang dicapainya hasil pembelajaran. Disinilah peran guru mendesain pembelajaran secara terncana sehingga dapat mempermudah melakukan kegiatan pembelajaran. Jika ini dilakuakn dengan baik maka sasaran akhir adalah memudahkan belajar siswa dapat tercapai. (5) Desain pembelajaran melibatkan variable pembelajaran; Desain pembelajaran haruslah mencakup semua variable pembelajaran. Ada tiga variable yang harus dipertimbangkan dalam merancang pembelajaran yakni (1) Variable kondisi yang mencakup semua variable yang tidak dapat dimanipulasi oleh perencanaan pembelajaran. yang termasuk variable ini adalah tujuan pembelajaran, karasteristik bidang studi dan karasteristik siswa. (2) Variable metode pembelajaran yang mencakup semua cara yang dapat dipakai untuk mencapai tujuan pembelajaran dalam kondisi tertentu. Yang termasuk variable ini adalah strategi pengorganisasian pembelajaran, strategi penyampaian pembelajaran, dan stratgi pengelolaan pembelajaran. (3) Variable hasil pembelajaran mencakup semua akibat yang muncul dari pengunaan metode pada kondisi tertentu, seperti keefektifan pembelajaran, efisiensi pembelajaran, dan daya tarik pembelajaran. (6) Desain pembelajaran penetapan metode untuk mencapai tujuan; Menetapkan metode pembelajaran yang optimal adalah inti dari desain pembelajaran dalam mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan. Fokus utamanya adalah pada pemilihan, penetapan dan pengembangan variable metode pembelajaran. Pemilihan metode pembelajaran harus didasarkan pada analisis kondisi dari hasil pembelajaran. Ada beberapa prinsif yang perlu dipertimbangkan dalam menetapkan metode pembelajaran antara lain; (1) tidak ada satu metode pembelajaran yang unggul untuk semua tujuan dalam semua kondisi, (2) Metode pembelajaran yang berbeda memiliki pengaruh yang berbeda dan konsisten pada hasil pembelajaran, dan (3) kondisi pembelajaran bisa memiliki pengaruh yang konsiten pada hasil pengajaran.

Tentang bilqis

...mencoba mencari ketenangan hati dengan berbagi....
Pos ini dipublikasikan di education dan tag . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Perencanaan Pembelajaran

  1. suciptoardi berkata:

    Salam kenal,

    Saya sudah baca tulisan anda. Menarik sekali. Saya juga tertarik untuk membicarakan Perencanaan Pembelajaran. Namun, harus dipahami bahwa perencanaan pembelajaran (lesson plan), dan bukan rancangan pembelajaran (design instructional) walaupun mereka berhubungan.

    Yang ditulis ini, menurut saya bukanlah perencanaan pembelajaran, tapi desain pembelajaran. Salah satu ide dasarnya bahwa, perencanaan pembelajaran untuk menerjemahkan kurikulum yang berlaku untuk terlaksananya pembelajaran yang dibuat dan dipedomi oleh guru. Sedangkan desain pembelajaran adalah seperti yang paparkan diatas.

    …..

    c1p

    …..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s