Hari Baru Semangat Harus Selalu Diperbaharui Pula

30 menit lagi akan berganti hari menuju Jumat 5 November 2010. Itu berarti menandakan bahwa raga ini telah berjuang untuk hidup selama 2 hari tidak tidur. Hari-hariku dimulai ketika pukul setengah enam sore, sebelum adzan maghrib dikumandangankan. Tidak lazim seperti kebanyakan orang yang bangun setelah mendengar kokok ayam jantan dan sinar matahari terbit di pagi hari. Ini semuanya berkenaan dengan jadwal kerja yang memang ditempatkan di malam hari.

Setelah Shalat Maghrib terus kusempatkan untuk mengaji 1 juz dari Al-Qur’an yang selalu kuusahakan untuk istiqomah hingga adzan Isya. Kalaupun ada makanan di dapur kusiapkan tempat untuk kubawa ke tempat kerja dan seandainya tidak ada ya sudah, tidak makan.

Pukul 8 malam sampai jam 3 pagi adalah jam kerjaku. Berada di sebuah ruko berlantai tiga di kawasan Perguruan Tinggi Jl. Nginden Semolo Surabaya. Antara jam 3 sampai jam 6 adalah saat-saat yang paling hening kubuat untuk refleksi diri. Hingga akhirnya ketika langit sudah terang kuharus segera pulang dan bergegas untuk menunaikan kewajiaban yang lain yakni yang primer, Kuliah.

Kampus Unesa yang berjarak 20km dari rumah memang tidaklah dekat menurutku. Harus kutempuh kurang lebih setengah jam hingga 45 menit dengan tingkat kestressan setara ujian semester karena macet yang menjadi ciri khas kota-kota besar. Adapun persiapan dirumah kukira sangat singkat, 30 menit adalah waktu yang begitu banyak. Sekedar untuk mandi, ganti baju dan lainnya.

Di kampus ini, meski secara pribadi dan wacana umum teman-teman yang lain yang berpendapat masih kaburnya akan output lulusan dan hampir tidak ada yang tahu akan mau jadi apa kelak setelah lulus, bukanlah hal yang penting. Dan yang kurasakan selama empat tahun ini mereka juga tidak ada masalah. Yang terpenting adalah title Sarjana.

Tiap hari dari Senin sampe Jumat kuluangkan waktuku 8 sampai 9 jam untuk hal yang berhubungan dengan study dan sharing dengan teman-teman. Itu adalah waktu setelah sekian jam dari kerja malam sehingga yang kurasakan sebenarnya kurang baik untuk penerimaan informasi atau ilmu oleh otak. Justru yang ada hanyalah rasa kantuk yang dengan berat harus kukalahkan meski kadang akaulah yang kalah. Proses belajar pada kuliah memang benar-benar tidak seperti ketika masih di bangku sekolah. Diri sendirilah yang mendapatkan ilmu dan bukan orang lain. Maka belajar, membaca, membuat rangkuman menjadi sesuatu yang kurasa harus disiapkan. Pada saat ada kuliah di kelas pun  sebenarnya kalau kita mau menyempatkan membaca buku dan sebagainya sebelum dosen menerangkan, maka kita juga bisa sedikit banyak menguasai materi. Kurasa kita hanya kalah satu lembar dari dosen kita. Sehingga yang dirasakan adalah seakan-akan mengisi air pada gelas yang kosong.

Energi agar bisa menjalankan ini semua adalah Semangat. Semangat yang tinggi dan selalu dijaga dan diperbaharui setiap harinya dengan memasang target yang realistis bagiku adalah prinsip. Yang menjadikan kita terjerumus juga adalah dari diri sendiri yaitu kemalasan. Kalau saja orang bodah bisa diajari, orang yang lupa bisa diingatkan, namun jika orang yang malas siapa lagi kalau bukan diri sendirilah yang harus melawannya. Tekadlah untuk memerangi hal itu. Bahkan sebagai orang surabaya kita harus memiliki jiwa BONEK.

Dan akhirnya mengutip motivasi yang diutarakan Andrie Wongso:

“Bagaimanapun buruknya keadaan kita, selama masih memiliki percikan api berupa TEKAD, maka tiada kata terlambat untuk memulai hidup baru dan menciptakan SUKSES yang baru!”

 

Akhirnya Good Night kusampaikan pada pukul 3 sore. Kadang hal itu aneh karena sorot matahari menembus sampai kamar tidur.

Aku rasa istirahat 3 jam tidaklah cukup. Tapi inilah adalah hidupku.

 

Terima kasih kepada teman-teman sekelas seperjuangan, adik kelas & kakak kelas yang selalu merepotkan kalian, para dosen, kekasih, orangtua, dan customerku ditempat kerja yang memberi warna hidupku.

 

Tentang bilqis

...mencoba mencari ketenangan hati dengan berbagi....
Pos ini dipublikasikan di Diary dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s